Sometimes, you have to remember who you were to figure out who you wanna be.
Sometimes, to survive, you have to give up the things that you care about and just give it to your faith.
Maybe we have got through the wrong path to recognize the right one
Manusia biasanya lebih menghargai suatu hal yang didapat dengan susah payah ketimbang mensyukuri nikmat yang sudah tersedia
Mungkin kita tak akan bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki segalanya. Namun, kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki apa yang ada dalam genggaman kita saat ini dan membuat ending yang baru.
Terkadang kita tak bisa mamaksa waktu untuk sekadar berbagi tempat cerita, berhidangkan teh manis di selsar hati kita. Justru waktu yang akan memaksa kita untuk bertandang ke setiap jengkal kisah perjalanannya.
"Mungkin akan lebih bijak bila kita memaknai sebuah pertemuan sebagai anugrah yang luar biasa, walau perpisahan di bagian akhirnya. Karena apa pun arti pertemuan dalam hidup kita sebagian akan menjadi metamorfosa sebuah kedewasaan dan sebagian lainnya akan membentuk sebuah stasiun kenangan."
Takiyo
Samarinda, menjelang pagi
27 September 2008
Bahasa adalah sebuah media yang penting dalam menjalin komunikasi. Apakah ia lembut ataupun kasar, kesemuaannya bergantung dari bagaimana kita memahami bahasa tersebut, bagaimana kita bertutur, berlaku, bahkan mencernanya untuk kemudian dicerna oleh orang lain. Sebut saja dengan "bahasa penulisan".
Mengapa ia begitu penting? Karena bahasa adalah rasa, di dalamnya terdapat kalimat bahkan kata-kata yang mampu menggubah.
"Kata-kata adalah pistol yang sarat peluru. Jika seorang penulis mengatakannya, maka dia pun menembakkannya. Dia mungkin diam, namun sejak dia memilih untuk menembak, maka dia haus melakukannya sebagaimana orang dewasa yang menentukan target tembakan, dan tidak seperti seorang bocah yang menutup matanya dan menembak sekadar demi kesenangan mendengar tembakan itu meletus."
(Dikutip dari apa yang dikatakan oleh Brice Parrin dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Jean-Paul Sartre pada tahun 1965)
Melalui bahasa, ia (baca: karya sastra) akan menemukan pencerahan. Sebuah sosok misterius yang selalu menggetarkan dan menggemparkan emosi pembacanya.
(Joni Ariadinata, Aku Bisa Nulis Cerpen #1, 2006)
"Carmina vel coelo possunt deducere lunam"
pun sajak-sajak[bahasa] dapat membuat bulan turun dari langit
adagium sejarah filsafat bahasa
Subscribe to:
Posts (Atom)
notes
skriptorium adalah yang bermakna "ruang naskah" ini berisi opini, artikel, kolom, dan tulisan non fiksi lainnya.
beryl adalah "mutiara lautan hijau", berisi puisi-puisi yang ditulis dan dimiliki hak ciptanya oleh pemilik blog skriptorium beryl (Takiyo).
eskapisme merupakan pelepasan atau pelarian-pelarian keadaan penulis dari karya sastra murni, biasa berisi guratan hati.
mots d'esprits, kata-kata pintar yang di dalamnya terdapat beberapa kutipan-kutipan sastra, metamorfosa kehidupan, dan lain sebagainya dengan bentuk adagium maupun kata mutiara.
eloquentia adalah sebuah makna akan "kekaguman" terhadap bahasa sebuah sastra (dikhususkan pada tulisan-tulisan fiksi oleh pemilik blog).
quote of the week
"Carmina vel coelo possunt deducere lunam"
pun sajak-sajak[bahasa] dapat membuat bulan turun dari langitadagium sejarah filsafat bahasa
Selengkapnya