skriptorium beryl

literature & spiritual combination

March 25, 2010

To Be...

Sometimes, you have to remember who you were to figure out who you wanna be.

Sometimes, to survive, you have to give up the things that you care about and just give it to your faith.

March 24, 2010

A Path

Maybe we have got through the wrong path to recognize the right one

Someone who can write your story is you

Manusia biasanya lebih menghargai suatu hal yang didapat dengan susah payah ketimbang mensyukuri nikmat yang sudah tersedia

May 06, 2009

Sebuah Pengharapan

Mungkin kita tak akan bisa kembali ke masa lalu untuk memperbaiki segalanya. Namun, kita masih punya kesempatan untuk memperbaiki apa yang ada dalam genggaman kita saat ini dan membuat ending yang baru.

April 05, 2009

Sang Waktu

Terkadang kita tak bisa mamaksa waktu untuk sekadar berbagi tempat cerita, berhidangkan teh manis di selsar hati kita. Justru waktu yang akan memaksa kita untuk bertandang ke setiap jengkal kisah perjalanannya.

March 19, 2009

Stasiun Kenangan

"Mungkin akan lebih bijak bila kita memaknai sebuah pertemuan sebagai anugrah yang luar biasa, walau perpisahan di bagian akhirnya. Karena apa pun arti pertemuan dalam hidup kita sebagian akan menjadi metamorfosa sebuah kedewasaan dan sebagian lainnya akan membentuk sebuah stasiun kenangan."


Takiyo
Samarinda, menjelang pagi
27 September 2008

Bahasa adalah sebuah media yang penting dalam menjalin komunikasi. Apakah ia lembut ataupun kasar, kesemuaannya bergantung dari bagaimana kita memahami bahasa tersebut, bagaimana kita bertutur, berlaku, bahkan mencernanya untuk kemudian dicerna oleh orang lain. Sebut saja dengan "bahasa penulisan".

Mengapa ia begitu penting? Karena bahasa adalah rasa, di dalamnya terdapat kalimat bahkan kata-kata yang mampu menggubah.

"Kata-kata adalah pistol yang sarat peluru. Jika seorang penulis mengatakannya, maka dia pun menembakkannya. Dia mungkin diam, namun sejak dia memilih untuk menembak, maka dia haus melakukannya sebagaimana orang dewasa yang menentukan target tembakan, dan tidak seperti seorang bocah yang menutup matanya dan menembak sekadar demi kesenangan mendengar tembakan itu meletus."

(Dikutip dari apa yang dikatakan oleh Brice Parrin dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Jean-Paul Sartre pada tahun 1965)

Melalui bahasa, ia (baca: karya sastra) akan menemukan pencerahan. Sebuah sosok misterius yang selalu menggetarkan dan menggemparkan emosi pembacanya.
(Joni Ariadinata, Aku Bisa Nulis Cerpen #1, 2006)

"Carmina vel coelo possunt deducere lunam"
pun sajak-sajak[bahasa] dapat membuat bulan turun dari langit

adagium sejarah filsafat bahasa