skriptorium beryl

literature & spiritual combination


Kahlil Gibran lahir pada tanggal 6 Januari 1883 di Beshari, Lebanon. Beshari sendiri merupakan daerah yang kerap disinggahi badai, gempa serta pertir. Tak heran bila sejak kecil, mata Gibran sudah terbiasa menangkap fenomena-fenomena alam tersebut. Inilah yang nantinya banyak memperngaruhi tulisan-tulisannya tentang alam.

Pada usia 10 tahun, bersama ibu dan kedua adik perempuannya, Gibran pindah ke Boston, Amerika Serikat. Tak heran bila kemudian Gibran kecil mengalami kejutan budaya, seperti yang banyak dialami oleh para imigran lain yang berhamburan dating ke Amnerika Serikat pada akhir abad ke-19. Keceriaan Gibran di bangku sekolah umum di Boston, diisi dengan masa akulturasinya maka bahasa dan gayanya dibentuk oleh corak kehidupan Amerika. Namun, proses Amerikanisasi Gibran hanya berlangsung selama tiga tahun karena setelah itu dia kembali ke Beirut, di mana di belajar di Madrasah Al-Hikmat (School of Wisdom) sejak tahun 1898 sampai 1901.

Selama awal masa remaja, visinya tentang tanah kelahiran dan masa depannya mulai terbentuk. Tirani kerajaan Ottman, sifat munafik organisasi gereja, dan peran kaum wanita Asia Barat yang sejadar sebagai pengabdi, mengilhami cara pandangnya yang kemudian dituangkan ke dalam karya-karyanya yang berbahasa Arab.

Gibran meninggalkan tanah airnya lagi saat ia berusia 19 tahun, namun ingatannya tak pernah bisa lepas dari Lebanon. Di Boston dia menulis tentang negerinya itu untuk mengekspresikan dirinya. Ini yang kemudian justru memberinya kebebasan untuk menggabungkan 2 pengalaman budayanya yang berbeda menjadi satu.

Gibran menulis drama pertamanya di Paris dari tahun 1901 hingga 1902 pada usianya menginjak 20 tahun. Karya pertamanya, “Spirits Rebellious” ditulis di Boston dan diterbitkan di Ney York, yang berisi empat cerita kontemporer sebagai sindiran keran yang menyerang orang-orang karup yang dilihatnya. Akibatnya, Gibran menerima hukuman berupa pengucilan dari gereja Maronite. Akan tetapi sindiran-sindiran Gibran itu tiba-tiba dianggap sebagai harapan dan suara pembebasan bagi kaum tertindas di Asia Barat.

Masa-masa pembentukan diri selama di Paris cerai berai ketika Gibran menerima kabar dari Konsulat Jendral Turki, bahwa sebuah tragedy telah menghancurkan keluarganya. Adik perempuannya yang paling muda berumur 15 ahun, Sultana, meninggal karena TBC.

Gibran segera kembali ke Boston. Kakanya, Peter, seorang pelayan toko yang menjadi tumpuan hidup saudara-saudara dan ibunya juga meninggal karena TBC. Ibu yang memuja dan dipujanya, Kamilah, juga telah meninggal dunia karena tumor ganas. Hanya adiknya, Marianna, yang masih tersisa, dan ia dihantui trauma penyakit dan kemiskinan keluarganya. Kematian anggota keluarga yang sangat dicintainya itu terjadi antara bulan Maret dan Juni tahun 1903. Gibran adan adiknya lantas harus menyangga sebuah keluarga yang tidak lengkap ini dan berusaha keras untuk menjaga kelangsungan hidupnya.

Pada tahun 1908 Gibran singgah di Paris lagi. Di sini dia cukup senang karena secara rutin menerima cukup uang dari Mary Haskell, seorang wanita kepala sekolah berusian 10 tahun lebih tua namun dikenal memiliki hubungan khusus dengannya sejak masih tinggal di Boston. Dari tahun 1909 sampai 1910, dia belajar di School of Beaux Arts dan Julian Academy. Kembali ke Boston, Gibran mendirikan sebuah studio di West Cedar Street di bagian kota Beacon Hill. Ia juga mengambil alih pembiayaan keluarganya.

Pada tahun 1911 Gibran pindah ke kota Ney York. Di New York Gibran bekerja di apartemen sudionya di 51 West Tenth Street, sebuah bangunan yang sengaja didirikan untuk temnpat ia melukis dan menulis.

Sebelum tahun 1912 “Broken Wings” telah diterbitkan dalam bahasa arab. Buku ini bercerita tentang cinta Selma Karami kepada seorang muridnya. Namun, Selma terpaksa menjadi tunangan kemenakannya sendiri sebelum akhirnya menikah dengan suami yang merupakan seorang uskup yang oportunis. Karya Gibran ini sering dianggap sebagai otobiografinya. Cetakan pertama “Broken Wings” ini dipersembahkan untuk Mary Haskell.

Gibran sangat produktif dan hidupnya mengalami banyak perbedaan pada tahun-tahun berikutnya. Selain menulis dalam bahasa Arab, dia juga terus menyempurnakan penguasaan bahasa Inggrisnya dan mengembangkan kesenimanannya. Ketika terjadi perang besar di Lebanon, Gibran menjadi seorang pengamat dari kalangan nonpemerintah bagi masyarakat Syria yang tinggal di Amerika.

Sebelum tahun 1918, Gibran sudah siap meluncurkan karya pertamanya dalam bahasa Inggris, “The Madman”, “His Parables and Poems”. Persahabatan yang erat anatar Mary tergambar dalam “The Madman”. Setelah “The Madman”, buku Gibran yang berbahasa Inggris adalah “Twenty Drawing”. 1919; “The Forerunne”, 1920; dan “Sang Nabi” pada tahun 1923, karya-karya itu adalah suatu cara agar dirinya memahami dunia sebagai orang dewasa dan sebagai seorang siswa sekolah di Lebanon, ditulis dalam bahasa Arab, namun tidak dipublikasikan dan kemudian dikembangkan lagi untuk ditulis ulang dalam bahasa Inggris pada tahun 1918-1922.

Pada tahun 1920 Gibran mendirikan sebuah asosiasi penulis Arab yang dinamakan Arrabithah Al Alamia (Ikatan Penulis). Tujuan ikatan ini merombak kesusastraan Arab yang stagnan. Seiring dengan naiknya reputasi Gibran, ia memiliki banyak pengagum. Salah satunya adalah Barbara Young. Ia mengenal Gibran setelah membaca “Sang Nabi”. Barbara Young sendiri merupakan pemilik sebuah took buku yang sebelumnya menjadi guru bahasa Inggris. Selama 8 tahun tinggal di New York, Barbara Ypung ikut aktif dalam kegiatan studio Gobran.

Gibran menyelesaikan “Sand and Foam” tahun 1926, dan “Jesus the Son of Man” pada tahun 1928. Ia juga membacakan naskah drama tulisannya. “Lazarus” pada tanggal 6 Januari 1929. Setelah itu Gibran menyelesaikan “The Earth Gods” pada tahun 1931. Karyanya yang lain “The Wanderer”, yang selama ini ada di tangan Mary, diterbitkan tanpa nama pada tahun 1932, setelah kematiannya. Juga tulisannya yang lain “The Garden of the Prophet”.

Pada tanggal 10 April 1931 jam 11.00 malam, Gibran meninggal dunia. Tubuhnya memang telah lama dogerogoti sirosis hati dan TBC, tapi selama ini ia menolak untuk dirawat di rumah sakit. Pada pagi hari terakhir itu, dia dibawa ke St. Vincent’s Hospital di Greenwich Village.

Hari berikutnya Marianna mengirim telegram ke Mary di Savannah untuk mengabarkan kematian penyair ini. Meskipun harus merawat suaminya yang saat itu juga menderita sakit, Mary tetap menyempatkan diri untuk melayat Gibran.

Jenazah Gibran kemudian dikebumikan tanggal 21 Agustus di Ma Sarkis, sebuah biara Carmelite di mana Gibran pernah melakukan ibadah.

Sepeninggal Gibran, Barbara Younglah yang mengetahui seluk-beluk studio, warisan dan tanah peninggalan Gibran. Juga secarik kertas yang bertuliskan, “Di dalam hatiku masih ada sedikit keinginan untuk membantu dunia Timur, karena ia telah banyak sekali membantuku.”

Disadur dari Cara Asyik menjadi Penulis Beken oleh Agunk Irawan MN



Victor Hugo dilahirkan di Besancon, Perancis, 26 Februari 1802. Nama lengkapnya adalah Victor Marie Comte Hugo, putra seorang jenderal yang cukup terkemuka di zaman Napoleon. Ayahnya pernah menjadi gubernur di Spanyol dan Italia. Sejak usia lima belas tahun, ia telah menulis puisi. Pada tahun 1817, ia mendapat pujian dalam sayembara yang diadakan Akademi Perancis. Lalu pada tahu 1819, ia memperoleh hadiah sastra dari Academic des Jeux Floraux de Toulouse.

Victor Marie Hugo adalah salah satu penulis aliran romantisme pada abad ke-19 dan sering dianggap sebagai salah satu penyair terbesar Perancis. Karya puisinya yang dianggap sangat menonjol di antaranya adalah Les Contemplations dan La' Legende des siecles. Walaupun sangat konservatif pada masa mudanya, ia berpindah ke aliran kiri pada masa tuanya. Ia menjadi pendukung aliran republikanisme dan Uni Eropa. Hasil karyanya menggambarkan hampir semua isu politik dan social, serta kecenderungan artistik pada zamannya.

Hugo menduduki tempat terhormat dalam sastra Perancis abad ke-19. Tahun 1822, terbitlah kumpulan puisinya. “Odes et Ballades” yang berhasil menarik simpati publick Tahun 1823, novel pertamanya, “Han d’Islande”, terbit dan merupakan buku hadiah perkawinannya dengan Adele Foucher (1822). Rumah pasangan ini menajdi tempat pertemuan kaum romantis Perancis, seperti Charles Augustin Sainte Beuve, Alfred de Vigny, de Musset, Marimee, Nerval, Gautier, Alexander Dumas, dan lain-lain.

Dramanya yang pertama berupa epos Cromwell (1827) dan dramanya yang tersohor adalah Hernani (1830), Le Roi s’Asmuse (1832), Marie Tudor (1833), dan Ruy Blas (1838). Selama tujuh belas tahun sejak penerbitan pertama karya puisinya, ia telah menerbitkan sejumlah kumpulan esai, toga novel, dan lima kumpulan puisi. Masing-masing kumpulan puisinya yang penting itu adalah Les Orientales (1828), Feuilles d’Automne (1831), Les Voix Interieures (1837), dan Les Ratons et Les Ombres (1840).

Sementara dua romannya yang sangat masyhur adalah “Notre Dame de Paris” (1831), dan “Les Miserables” (1862). “Les Miserables” yang diterbitkan secara serentak ke dalam sembilan bahasa pada tahun 1862 adalah sebuah kisah luar biasa berlatar kekacauan politik di Perancis pada era sesudah kekuasaan Napoleon.

Melewati masa panjang dalam sejarah Perancis, Victor Hugo mengalami dan mengikuti kegiatan pemerintahan hingga saat rezim yang berkuasa jatuh dan ia ikut terusir. Namun, pengalaman itu memperkaya wawasannya dalam kesusastraan. Masa-masa pengasingannya di luar negeri menjadi bagian dari kegiatannya belajar dan menulis sampai sekembalinya ia ke Perancis setelah runtuhnya Kekaisaran Kedua (1870) dan berdirinya Republik Ketiga, di mana ia ikut ambil bagian dalam lembaga legislatif. Dalam dua dekade terakhir masa hidupnya, Hugo mengalami duka cita akibat kematian orang-orang yang dicintainya: putranya, istrinya, dan kekasihnya. Namun, hal ini justri mencambuk dirinya untuk lebih banyak menulis.

Ketika ia meninggal dunia tanggal 22 Mei 1885, peti jenazahnya diarak dalam suatu prosesi nasional yang agung. Prosesi tersebut bermula dari Arch de Triomphe (monument kemenangan yang terdapat di jantung kota Paris) ke Pantheon (gedung monument megah di Paris, tempat abu jenazah tokoh-tokoh terkenal disemayamkan, di antaranya Rousseau dan Voltaire). Karya-karya Hugo merupakan karya yang banyak memberi landasan yang kuat dan kukuh dalam aliran romantik yang dipeloporinya. Ia menulis dalam semua genre sastra, termasuk bidang kiritk, studi, dan esai-esai yang tajam.

Disadur dari Cara Asyik menjadi Penulis Beken oleh Agunk Irawan MN


Leo Tolstoy lahir di desa kecil Yasyana, Polyana, pada tanggal 28 Agustus 1828. Terlahir dengan nama asli Lev Nikoyevich Tolstoy sebagai putra keempat dari pasangan Nikolay Ilych Tolstoy dan Maria Nokolayevna. Ia sudah menunjukkan bakat menulis sejak berumur dua belas tahun dengan karya sastra pertamanya, sajak “Untuk Bibi Terkasih”.

Kegiatan tulis-menulis Tolstoy dimulai pada tahun 1951. Pengalaman semasa di angkatan perang terungkap dalam karya-karya pertama Tolstoy yang semakin hari semakin mendapat pujian dari beberapa kritisi terkenal. Dua tahun kemudian, Tolstoy mulai mempersiapkan sebuah karya Perang dan Damai. Salah satu bentuk persiapan itu berupa partisipasi aktif sebagai tentara memerangi pasukan Turki. Walaupun hanya sebentar, keterligatan Tolstoy dalam peperangan cukup member bekal yang memadai untuk melahirkan karya fiksi mengenai kehidupan seorang tentara. Salah satu cerita panjang terbaiknya dari periode ini adalah Dua Prajurit Berkuda.

Lebih dari sekadar melontarkan kritik atau mengangkat tema-tema kerakyatan, Tolstoy melangkah jauh ke depan dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain di masanya. Ia melepaskan gelar kebangsawanannya, melakukan aktivitas seperti konsep kadesi, menerbitkan majalah sastra budaya, serta merenovasi kembali sekolah yang didirikannya di Yasnaya Polyana pada tahun 1862. Tolstoy bahkan mengidentifikasikan dirinya sebagai petani Rusi biasa. Selain itu, ia pun mulai menerbitkan buku-buku tipis dengan harga murah agar terjangkau oleh kantong rakyat biasa. Dapat dikatakan bahwa terjadi perubahan besar-besaran pada diri Tolstoy. Sejalan dengan hal itu, karya-karya Tolstoy semakin terasa menggigit dan bakat menulisnya pun semakin menonjol walaupun untuk menghasilkan suatu karya, kadang-kadang ia memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikannya.

Namun yang pasti, Leo Tolstoy memang memiliki pemikiran-pemikiran yang hakiki, bahkan kadang-kadang progresif tentang kebijakan, cinta, kemasyarakatan, maupun keagamaan untuk ukuran zamannya ketika itu. Sayangnya, tidak semua karyanya sempat diselesaikan. Akan tetapi, dari sejumlag kreasinya, Tolstoy tetap membuktikan dirinya sebagai master of thinking handal.

Pengamatan Tolstoy terhadap perilaku manusia, khususnya wanita, cukup mengejutkan juga. Bahkan dalam beberapa karyanya, tema wanita ia angkat menjadi tema sentral, terutama yang menyangkut masalah status sosial dan pergeseran nilai-nilai kewanitaan yang berlaku. Pernikahan yang tanpa dilandasi cinta melainkan status sosial semata, konflik-konflik keluarga akibat desakan serta tuntutan zaman, serta situasi tragis yang sering melanda kehidupan keluarga modern mendominasi karya ulung Tolstoy lainnya, yaitu Anna Karenina.

Dalam Anna Karenina, Tolstoy seakan-akan meneropong perkawinan Anna dan Karenin yang tidak didasari oleh cinta. Terjalinlah jalinan percintaan gelap Anna dengan seorang pemuda lain. Karenin yang terkungkung oleh status kebangsawanannya tidak menginginkan perceraian sekalipun Anna sudah hidup bersama dengan kekasihnya secara tidak sah. Ternyata keputusan Anna tersebut tidak membuahkan kebahagiaan. Untuk mengakhiti konflik psikologisnya yang sudah sedemikian rumit, Anna memutuskan untuk bunuh diri.

Sejak menyelesaikan karyanya, Perang dan Damai, pada tahun 1870, Tolstoy mengalami krisis kejiwaan mengenai ketuhanan. Ia menjadi lebih perasa dan sangat moralis. Ia juga mnejadi pembenci dan pengecam semua aliran seni. Ia sangat menjadi asketis. Ia menyerahkan semua kekayaannya untuk kaum miskin hingga berselisih dengan istrinya, Sophia Andreyevna. Ini yang membuat keduanya kemudian berpisah. Tak hanya sampai di situ, ia juga menjadi vegetarian dan berpakaian tak ubahnya kaum pengembara. Bahkan ia juga menolak institusi gereja dan pemerintah.

Pada saat-saat terakhir penyelesaian Anna Karenina, Tolstoy berhasil mengatasi krisis religiusnya, seperti tergambar pada karya tersebut. “Arti hidup, termasuk kehidupan itu sendiri, hendaknya disesuaikan dengan kebaikan batin seseorang, sebab hanya melalui kepercayaan terhadap perasaan hati dan taat pada ajaran keagamaan, seorang dapat menemukan kebahagiaan yang wajar,” demikian pendapat Tolstoy. Pandangan seperti itu terasa semakin menarik untuk disimak sebab diketengahkan oleh seorang Tolstoy.

Pada tahun 1910, kesehatan Tolstoy makin memburuk, ia kerap bertanya tentang istrinya, Sophia, namun anak-anaknya kerap mengalihkan pertanyaan itu. Padahal saat-saat itu Sophia sebenarnya telah tinggal di depan rumahnya, merasakan kesakitan yang sama. Namun pada tanggal 5 Nopember 1920, setelah beberapa kali gagal jantung, mautpun akhirnya menjemput penulis besar itu.

Disadur dari Cara Asyik menjadi Penulis Beken oleh Aguk Irawan MN

- Tulisan Berita
Berita adalah rekaman kejadian atau peristiwa yang sungguh-sungguh faktual atau terjadi di sekitar kita. Karena itu setiap berita memiliki tempo terbatas.

Ada beragam pengertian dan definisi mengenai apa yang disebut berita. Maka, pertanyaan paling awal mengenai proses penulisan berita adalah bagaimana wartawan bisa menilai sebuah fakta dan peristiwa layak diankat sebagai berita atau tidak. Dalam teori jurnalistik, tidak semua fakta dan peristiwa layak ditulis menjadi berita. Kita bisa memilih antara peristiwa dan fakta yang layak ditulis sebagai berita dan tidak karena memiliki 'alat ukur' yang disebut nilai berita (news value). Semakin tinggi news value yang terkandung dalam sebuah fakta, maka akan semakin kuat pula untuk diangkat sebagai berita.

News value tentunya memiliki indikator-indikator sebagai pengukuran, antara lain:
Lokalitas: Besar kecilnya dampak peristiwa itu bagi masyarakat (consequences).
Human interest: Menarik tidaknya dari segi ragam cara hidup manusia.
Prominence: Besar kecilnya orang yang terlibat dalam peristiwa.
Proximity: Jauh dekatnya lokasi.
Timelines: Baru atau tidaknya peristiwa.
Masing-masing ahli jurnalistik memiliki ragam indikator yang berbeda. Namun, dari banyaknya ragam indikator tersebut dua hal paling utama sebenarnya adalah indikator penting dan menarik.

Mengeksplorasi data. Setelah menemukan fakta peristiwa yang mengandung nilai berita cukup tinggi, maka langkah wartawan selanjutnya adalah menghimpun data-data yang menjadi bahan berita. Setidaknya seorang wartawan bisa menghimpun data dengan tiga cara, yaitu:

Pengamatan langsung, dilakukan dengan menggunakan seluruh panca indera untuk mendapatkan data sedetail-detailnya.
Wawancara dengan sumber berita, dengan bertemu secara langsung sumber berita.
Data-data tertulis (data sekunder).
Untuk menuliskan informasi secara utuh, eksplorasi data juga harus dilakukan dengan menggunakan dokumen, misalnya laporan keuangan, akte notaris, bahkan kliping pemberitaan.

Jenis-jenis berita. Selain hard news (berita keras), masih ada dua jenis penulisan berita yang umum hadir di media maasa, yakni features (berita kisah) dan laporan.
Features
adalah berita yang dikemas ringan dan rekreatif bersifat human interest, menghibur, santai dan mengupas satu isu atau permasalahan tertentu yang diangkat. Features dibuat agar pembaca tidak jenuh ketika membaca media yang dipenuhi straight news atau peristiwa dan fakta yang belum ter-cover melalui straight news.
Laporan adalah tulisan bersifat investigasi reporting, tulisan panjang dengan data lengkap untuk mengungkap kasus-kasus tertentu. Laporan dibuat untuk meng-cover tema-tema aktual yang tidak ditampilkan melalui straight news dan features. Keunggulan tulisan ini ada pada utuhnya persoalan yang ditampilkan, detail data yang disajikan, sudut pandang yang dikhawatirkan dan bahkan sisi-sisi sensitif yang sebelumnya belum atau tidak bisa diungkap.

- Tulisan Wawancara
Adalah tulisan dari hasil proses reportase atau wawancara. Tulisan ini biasa dibuat dari hasil wawancara dengan seorang tokoh yang dipandang berpengaruh, atau pakar dalam bidangnya. Bentuk tulisan ini bisanya bersifat tanya jawab. Selebihnya tidak aturan baku di dalam menulis wawancara, kecuali membuat tulisan tersebut enak dibaca. Oleh karena itu, tulisan wawancara selain judul juga memerlukan lead atau kalimat pembuka yang menarik, agar pembaca tertarik untuk membacanya.

- Tulisan Biografi
Adalah tulisan true story atau kisah nyata tentang kehidupan seseorang. Karena itu tulisan biografi berisi tentang seluk-beluk kehidupan seseorang dari lahir sampai meninggal. Memuat, asal kelahiran, latar belakang keluarga, jumlah saudara, pendidikan, kehidupan masa remaja hingga menginjak dewasa, fase membangun keluarga, hobi, pekerjaan hingga pandangan atau prinsip-prinsip hidupnya. Gaya penulisan tulisan biografi sangatlah bebas. Artinya memang tidak ada batasan baku tentang apa dan bagaimana tulisan biografi harus ditulis.

- Tulisan Feature
Sesungguhnya termasuk dalam jenis berita. Hanya saja pemberitaan dalam feature tidak ebrsifat langsung melainkan selalu bersifat tidak langsung. Tema-tema yang diangkat dalam tulisan feature tidak selalu harus terkini. Karena yang terpenting adalah sisi kemenarikan dari tema yang diangkat. Ditulis dengan gaya rileks. Bahkan terdapat feature yang lebih menggunakan gaya penulisan fiksi. Terlebih belakangan dengan adabnya jurnalisme sastra, maka batas fiksi dan non fiksi kerap sulit dibedakan.

- Tulisan Ringkasan
Tulisan yang berisi tentang intisari gagasan atau pemikiran sebuah buku atau lebih, yang disusun sependek mungkin. Karena itu ringkasan pula disebut sebagai tulisan padat atau pendek. Meringkas adalah mengambil pokok pikiran atau gagasan utama buku dan menyusun kembali ke dalam susunan yang sependek mungkin.

- Tulisan Renungan
Tulisan yang mengajak pembaca melakukan perenungan tentang sesuatu hal. Namun demikian umumnya tulisan renungan berisi tentang tema-tema keagamaan, moralitas dan kesadaran. karena itu ciri khas tulisan renungan adalah himbauan pada pembaca agar mereka menginsyafi sesuatu hal.

- Tulisan Editorial
Adalah opini atau sikap terhadap sesuatu persoalan yang dianggap penting oleh sebuah media. baik itu persoalan sosial, politik atau persoalan moralitas. Dalam tulisan editorial dimasukkan juga bagaimana solusi-solusi serta pandangan yang ditawarkan, berikut argumentasi-argumentasinya. Ada pun bentuk tulisan editorial sama seperti halnya dengan tulisan opini atau artikel.

(Disadur dari Agunk Irawan MN: Arti, "Cara Asyik menjadi Penulis Beken")

Merupakan tulisan yang menggambarkan kejadian sebenarnya. Fokus menceritakan kisah suatu peristiwa yang ada atau hal-hal lain, seperti sebuah gagasan pemikiran tentang suatu hal atau sebuah batasan problematika berikut solusinya. Tulisan Non Fiksi melibatkan kerja-kerja pikiran secara logis. Karangan ilmiah merupakan kategori tulisan non fiksi.

- Tulisan Esai
Berbeda dengan tulisan bentuk opini (artikel), ataupun berita. Walau esai terkadang melibatkan fakta-fakta untuk mengukuhkan gagasan yang dibangun, namun tuntutan fakta dalam esai, memiliki pemerian berbeda dengan berita yang cenderung terikat dengan aktualitas sistem penulisan 5 W + 1 H.

Karena itu tidak ada berita yang menulis kejadian masa lalu. Terkecuali masa lampau tersebut kembali hadir di masa kekinian. Sebaliknya esai cenderung mengambil tema-tema yang justru bersifat lampau. Sehingga membuat esai bersifat reflektif atau sekadar memahami sesuatu dengan cara pandang tertentu ketimbang menyodorkan sebuah gagasan, atau menginformasikan sebuah kejadian yang baru. Misal, esai-esai Gunawan Muhammad dalam rubrik Catatan Pinggir.

Sebuah esai dasar bisa dibagi menjadi tiga bagian yaitu:
* Pertama
Pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.
* Kedua
Tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
* Ketiga
Adalah bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.

Jika dipetakan mengenai langkah-langkah membuat esai, bisa dirunut sebagai berikut:
1. Menentukan tema atau topik
2. Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan kita bahas
3. Menuliskan pendapat kita sebagai penulisnya dengan kalimat yang singkat dan jelas
4. Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas, kemudian buatlah beberapa subtema pembahasan agar lebih memudahkan pembaca untuk memahami maksud dari gagasan kita sebagai penulisnya, selanjutnya kita harus mengembangkan subtema yang telah kita buat sebelumnya.
5. Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan. Itu sebabnya, yang akan kita tulis itu harus merupakan alasan atau latar belakang alasan kita menulis esai tersebut.
6. Menuliskan kesimpulan. Ini penting karena untuk membentuk opini pembaca kita harus memberikan kesimpulan pendapat dari gagasan kita sebagai penulisnya. Karena memang tugas penulis esai adalah seperti itu. Berbeda dengan penulis berita di media massa yang seharusnya (memang) bersikap netral.
7. Jangan lupa untuk memberikan sentuhan akhir pada tulisan kita agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa yang kita tulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir mereka secara utuh.


- Tulisan Kolom
Bersifat begitu bebas, terkait dengan bahasa ungkapannya yang memang sangat bebas. Kolom pada umumnya adalah berisi tentang analisis dari berbagai macam tema yang dilakukan seorang pakar. Beberapa penulis menyamakan tulisan kolom dengan esai. Farid Gaban misalnya berpandangan tulisan kolom adalah tulisan esai itu sendiri.

Hanya saja bentuk tulisn kolomcenderung memiliki gaya penulisan yang jauh lebih kaya ketimbang esai itu sendiri. Karena dalam tulisan kolom tidak dibatasi oleh hal-hal semata bersifat non fiksi. Sisi yang paling khas dari tulisan kolom adalah bahwa tulisan kolom begitu diliputi style personalitas penulisnya.

Pada dasawarsa 1980-an dan awal 1990-an kita memiliki banyak penulis kolom yang handal. Hal itu disebabkan mereka memiliki sudut pandang orisinal dan ditulis secara kreatif, populer serta "stylist". Mereka adalah, Mahbub Junaedi, Goenawan Mohamad, Umar Kayam, MAW Brower, Emha Ainin Nadjib, Faisal Baraas (kedokteran-psikologi), Bondan Winarno (manajmene-bisnis), Sanento Juliman (seni-budaya), Ahmad Tohari (agama), serta Jalaludin Rakhmat (media dan agama).

Namun, tidak semua yang mereka tulis adalah tulisan kolom yang terus-menerus serius hingga ke titik kejenuhan. Kadang mereka pun menulis beberapa cerpen dan novel dengan ide-ide dan kreativitas yang brilian.

- Tulisan Artikel
Ada banyak ragam pengertian artikel. Menurut Sharon Scull (1987) mendefinisikan artikel sebagai bentuk karangan yang berisi analisis suatu fenomena alam atau sosial dengan maksud untuk menjelaskan siapa, apa, kapan, dimana, bagaimana dan mengapa fenomena alam atau sosial itu terjadi dan kadang menawarkan suatu alternatif bagi pemecahan suatu masalah.

Bentuk tulisan artikel adalah sebagai berikut:
Pengatar,
Tubuh, dan
Kesimpulan.

Pengatarnya bisa berbentuk ringkasan dari tubuh artikel, kalimat tesis, atau apa saja, termasuk kutipan yang mewakili isi dari tubuh artikel. Tubuh artikel pun bisa berbentuk cerobrog, piramida terbalik dan lainnya.

- Tulisan Resensi
Resensi adalah tulisan yang membahas tentang buku, mulai dari kelebihannya, kekurangannya, isi serta kritikan terhadap buku tersebut. Tulisan ini juga disebut sebagai tulisan bedah buku, karena membedah isi dari buku yang diresensi. Dari tulisan resensi ini pembaca akan tahu tentang bagaimana isi buku tersebut. Adapun bentuk resensi tak berbeda dengan tulisan artikel atau opini, mulai dari pendahuluan, batang tubuh dan penutup.

- Tulisan Opini
Bentuk opini termasuk dalam jenis tulisan ilmiah populer. Tulisan ini berisi pandangan atau pendapat seseorang tentang sesuatu permasalahan dan sebab akibatnya serta solusi-solusi yang ditawarkannya. Opini terkadang disamakan dengan artikel. Akan tetapi sesungguhnya terdapat perbedaan mendasar antara opini dengan artikel. Dalam artikel sisi interest personal penulis seakan-akan mati.

Karena itu dalam artikel berbicara sepenuhnya adalah bagaimana gagasan yang dibawa dan problem yang hendak diselesaikan. Sedang dalam opini, meski gagasan dan unsur-unsur pemikiran tetap ditekankan, tetapi unsur personal penulis tidak dibatasi. Karena itu semakin subyektif sebuah opini, maka menjadi semakin menariklah tulisan tersebut.

(Disadur dari Agunk Irawan MN: Arti, "Cara Asyik menjadi Penulis Beken")

March 20, 2009

Jenis Tulisan Fiksi

"Mengarag atau menulis fiksi apapun adalah pekerjaan yang mudah". Begitu kata Arswendo Atmowiloto, penulis skenario Sinetron Keluarga Cemara, dalam bukunya yang berjudul "Mengarang Itu Gampang", yang diterbitkan sekitar tahun 80-an. Mudahnya mengarang, terkait karena dalam mengarang yang dibutuhkan adalah imajinasi.

Dalam dunia fiksi kepekaan diasah habis-habisan, mulai dari kemampuan dalam memilih suatu kata (diksi), menyusun kalimat serta menyusun alur. Karena itu menulis fiksi kerap diungkap sebagai menulis sastra. Pandangan itu wajar karena dalam fiksi, penulis dihadapkan dengan persoalan tentang bagaimana menyusun kalimat seindah dan seapik mungkin. Dalam ilmu kejiwaan, menulis fiksi diungkap positif bagi kepribadian penulis. Karena dengan itu emosi-emosi yang tersimpan dalam diri penulis akan mendapat penyaluran secara positif. Tidak salah bila sorang bijak menasihati muridnya, "kenalilah dirimu dengan mengarang".

- Tulisan Puisi
Puisi, adalah karya fiksi yang usianya paling tua. Sebelum cerpen dan novel ditemukan, karangan fiksi yang pertama kali ditulis manusia adalah puisi. Para sarjana modern mengungkapkan hal itu karena sifat puisi sebagai karangan yang dekat dengan diri manusia. Kedekatan itu berkait dengan kesamaan sifat-sifat puisi dengan kecenderungan manusia di periode awal, yang cenderung bersifat ekspresif dan emotif.

Sebuah puisi dibuat biasanya untuk menyampaikan perasaan, atau imajinasi tentang sesuatu hal, kondisi emosi, atau kesadaran-kesadaran yang sifanya abstraks. Puisi adalah karangan yang menggunakan sedikit kata. Dan setiap kata dipilih didasarkan pertimbangan makna, bunyi dan pengucapannya. Karena itu puisi cenderung mengedepankan keserasian antara ketiga hal tersebut. Bagaimana makna, irama kata, dan bunyi pengucapan mampu tersusun secara harmoni dan serasi. Dari situlah puisi enak dibaca keras-keras di depan khalayak.
Sebagai contoh puisi Chairil Anwar:

Aku
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedang itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menambak kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga gilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

(Chairil Anwar: Dian Rakyat, Jakarta, 1993)


Pada puisi Chairil Anwar itu, mempunyai tiga unsur penting. Makna kata, irama kata, serta bunyi pengucapan tersusn begitu serasi dan kuat. Sangat berbeda dengan ungkapan emosi pada umumnya. Karena itu puisi kerap dinilai sebagai karya fiksi yang estetis. Karena di dalam menyimpan ketinggian nilai-nilai keindahan.

-Tulisan Cerpen
Cerpen atau cerita pendek adalah karangan yang berbeda dengan puisi. Cerpen selalu membutuhkan kata-kata jauh lebih banyak ketimbang puisi, meski jauh lebih sedikit ketimbang novel. Cerpen hampir mirip dengan novel. Tapi pengkisahan dalam cerpen berbeda dengan novel. Cerita dalam cerpen lebih banyak memusatkan pada situasi perasaan, atau kondisi-kondisi emosi yang dirasakan pembaca dan karakter tokoh, ketimbang alur cerita. Dan tulisan cerpen kerap pula memasukkan latar belakang, tema, pelukisan watak, serta dialog-dialog yang sifatnya pendek.

-Tulisan Novel
Di antara karangan fiksi yang ada, novel mungkin adalah karangan fiksi yang paling panjang halamannya. Novel biasanya punya alur cerita yang diungkapkan dengan aksi atau adegan-adegan, cara berbicara, suasana serta pikiran-pikiran para tokohnya. Selain memiliki alur cerita, novel juga memiliki tema: makna keseluruhan dari jalinan cerita yang ada, setting waktu, nada (irama cerita), karakterisasi atau pengembangan dari karakter-karakter yang ada, dan juga dialog.

Alur novel, secara umum bisa disederhanakan menjadi tiga hal: Pendahuluan Konflik, Klimaks Konflik, Ensing atau penyelesaian. Namun demikian terkadang terdapat pula novel yangtidak membuat penyelesaian apapun dari cerita yang dibuatnya.

(Disadur dari Agunk Irawan MN: Arti, "Cara Asyik menjadi Penulis Beken")

Secara keseluruhan dengn mudah dapat kita pahami bila kita sering bahkan intens dalam membaca puisi, cerpen, bahkan novel dan terus berlatih menuliskan ide liar yang ada dalam pikiran kita (baca: penulis).

Dalam dunia kepenulisan, tulisan dibedakan menjadi dua macam, tulisan Fiksi dan tulisan Non Fiksi. Tulisan Fiksi adalah tulisan yang bersifat rekaan, karangan atau khayalan. Segala yang ditulis dalam tulisan fiksi bersifat sangat luas, sama luasnya dengan imajinasi manusia. Jenis tulisan fiksi antara lain adalah: puisi, cerpen, cerbung, cernak, serta novel.

Sedangkan tulisan Non Fiksi adalah kebalikan dari tulisan Fiksi. Tulisan yang selalau didasarkan pada realita yang ada., mulai dari fakta sejarah, asumsi ilmiah, serta temuan-temuan kasus yang memang sungguh-sungguh ada di lapangan. Misal, Opini (Artikel), Esai, Kolom, kisah Biografi, Resensi, Berita, Laporan penelitan. Adanya perbedaan antara kedua jenis tulisan ini, maka ahirlah perbadaan secara teknis di dalam menuliskannya. Tulisan Fiksi misalnya lebih banyak mengedepankan peran imajinasi ketimbang akal atau logika. Kisah Harry Potter karya JK. Rawling, salah satu contohnya. Betapa karya fiksi jauh melampaui batasan nalar yang ada. Nalar dalam dunia Harry Potter dibangun secara khas dan berbeda, bebas, ekspressif, dan sangat imajinatif. Walau beberapa karya fiksi memang ada pula yang tidak bertentangan dengan nalar bahkan begiu realis (myata) sebagaimana gambaran kehidupan kita.

Tulisan fiksi dapat digolongkan menjadi tiga, cerpen (short story), novelet (novelette) dan novel. Perbedaan diantaranya memang ada walaupun sangan tipis. Pembedanya dapat dilihat dari segi panjang-pendeknya karangan. Bisanya berdasarkan jumlah kata atau jumlah halaman juga kualitas struktur, kepadatan alur, dan intensitas jalan ceritanya.

Dari ketiga jenis fiksi tersebut, cerpen adalah bentuk fiksi yang paling pendek. Biasanya berisi sekitar 500 sampai 10.000 kata atau antara 2 s.d. 25 halaman kuarto dengan spasi 2. Kendati sama-sama pendek, bukan berarti semua cerita yang pendek digolongkan sebagai cerpen. Panjang cerpen bervariasi. menjadi 3 macam. Pertama, cerpen yang sangat pendek (short short story), biasa disebut dengan cermin 'cerpen mini'. Kedua, cerpen dengan panjang sedang (middle short story) yang selama ini dikenal sebagai cerpen. Ketiga, cerita panjang (long short story) dan bisa digolongkan sebagai novelet atau novel kecil. Pada kenyataannya (sekitar15.000 kata) sehingga sulit membedakan mana cerpen mana novelet. Hal tersebut berbeda jauh dengan novel yang penjangnya minimal 60 halaman (sekitar 20.000 kata).

(Disadur dari Agunk Irawan MN: Arti, "Cara Asyik menjadi Penulis Beken")